CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Senin, 14 April 2008

FINAL FANTASY VERSUS XIII

Final Fantasy Versus XIII Story

The setting for Final Fantasy Versus XIII reflects our world today, and it's "ugly issues". Versus is darker, more close to home emotional story, or so that is the vision Square Enix has told.

The main character in Versus is a Prince, the heir to the throne, the thrown to the last Kingdom where the crystal was held. The Kingdom is modern and advanced much further the outside world, to the point that they've basically isolated themselves within. The city nation is said to be protected by a Magic Order, whom must stand against an invasion in the Kingdom. This fight over the last crystal is said to only be the beginning of a new generation.

Final Fantasy Versus XIII shares many similarities with the story of Hamlet. With even a quote from the story in the original trailer. Little else is know about the story of Versus at this point.

Jumat, 11 April 2008

AIR GEAR




Rabu, 05 Maret 2008

Tugas Bu Ari

1.3 Jenis-jenis Film

1.3.1 Film Dokumenter (Documentary Films)

Dokumenter adalah sebutan yang diberikan untuk film pertama karya Lumiere

bersaudara yang berkisah tentang perjalanan (travelogues) yang dibuat sekitar tahun 1890-

an. Tiga puluh enam tahun kemudian, kata ‘dokumenter’ kembali digunakan oleh pembuat

film dan kritikus film asal Inggris John Grierson untuk film Moana (1926) karya Robert

Flaherty. Grierson berpendapat dokumenter merupakan cara kreatif merepresentasikan

realitas (Susan Hayward, Key Concept in Cinema Studies, 1996, hal 72).

1.3.2 Film Cerita Pendek (Short Films)

Durasi film cerita pendek biasanya di bawah 60 menit. Di banyak negara seperti

Jerman, Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan juga Indonesia, film cerita pendek

dijadikan laboratorium eksperimen dan batu loncatan bagi seseorang/sekelompok orang

untuk kemudian memproduksi film cerita panjang. Jenis film ini banyak dihasilkan oleh

para mahasiswa jurusan film atau orang/kelompok yang menyukai dunia film dan ingin

berlatih membuat film dengan baik. Sekalipun demikian, ada juga yang memang

mengkhususkan diri untuk memproduksi film pendek, umumnya hasil produksi ini dipasok

ke rumah-rumah produksi atau saluran televisi

1.3.3 Film Cerita Panjang (Feature-Length Films)

Film dengan durasi lebih dari 60 menit lazimnya berdurasi 90-100 menit. Film

yang diputar di bioskop umumnya termasuk dalam kelompok ini. Beberapa film, misalnya

Dances With Wolves, bahkan berdurasi lebih 120 menit. Film-film produksi India rata-rata

berdurasi hingga 180 menit

1.4.1 Profil Perusahaan (Corporate Profile)

Film ini diproduksi untuk kepentingan institusi tertentu berkaitan dengan kegiatan

yang mereka laku1.4.2 Iklan Televisi (TV Commercial)

Film ini diproduksi untuk kepentingan penyebaran informasi, baik tentang produk


announcement/PSA). Iklan produk biasanya menampilkan produk yang diiklankan secara

eksplisit, artinya ada stimulus audio-visual yang jelas tentang produk tersebut. Sedangkan

iklan layanan masyarakat menginformasikan kepedulian produsen suatu produk terhadap

fenomena sosial yang diangkat sebagai topik iklan tersebut. Dengan demikian, iklan

layanan masyarakat umumnya menampilkan produk secara implisit.

kan, misal tayangan “Usaha Anda” di SCTV. Film ini sendiri berfungsi

sebagai alat bantu presentasi atau promosi

1.4.3 Program Televisi (TV Programme)

Program ini diproduksi untuk konsumsi pemirsa televisi. Secara umum, program

televisi dibagi menjadi dua jenis yakni cerita dan noncerita. Jenis cerita terbagi menjadi dua

kelompok yakni fiksi dan nonfiksi. Kelompok fiksi memproduksi film serial (TV series),

film televisi/FTV (populer lewat saluran televisi SCTV) dan film cerita pendek. Kelompok

nonfiksi menggarap aneka program pendidikan, film dokumenter atau profil tokoh dari

daerah tertentu. Sedangkan program non cerita sendiri menggarap variety show, TV quis,

talkshow, dan liputan berita (news)

1.4.4 Video Klip (Music Video)

Video klip adalah sarana bagi produser music untuk memasarkan produknya lewat

medium televisi. Dipopulerkan pertama kali lewat saluran televisi MTV tahun 1981. Di

Indonesia, video klip ini sendiri kemudian berkembang sebagai bisnis yang mengiurkan

seiring dengan pertumbuhan televisi swasta. Akhirnya video klip tumbuh sebagai aliran dan

industri tersendiri. Beberapa rumah produksi mantap memilih video klip menjadi bisnis

utama (core busines) mereka. Di Indonesia tak kurang dari 60 video klip diproduksi tiap

tahun.

1.45 Produksi Animasi

Bagian yang memiliki tugas membuat, mngolah, dan memperbanyak animasi(gambar bergerak 2D/3D)

Rabu, 27 Februari 2008

My Favorite Anime


























Jumat, 22 Februari 2008

battery camera



Battery

Meskipun kecil namun battery bukanlah hal yang sepele. Meski demikian tak sedikit orang yang lupa untuk memperhatikannya. Sebagian kamera mempunyai battery lithium yang sesuai dengan tipe kameranya dan sebagian lagi memakai battery tipe AA. astikan Anda mengecek ketersediaan power di battery kamera untuk mencukupi kebutuhan Anda nantinya. Estimasi berapa banyak jepretan yang bisa diambil oleh battery dalam keadaan penuh sehingga Anda bisa perkirakan perlu tidaknya membawa battery cadangan. Seringkali orang lupa bahwa tempat yang disinggahi kadang tidak ada yang menjual battery yang setipe, tidak ada tempat untuk men-charge battery atau malah lupa sama sekali bahwa men-charge battery itu mememerlukan waktu yang lama hingga akan banyak membuang waktu.

Dikutip dari:http://bz.blogfam.com

Minggu, 17 Februari 2008

kamera video

CARA KERJA KAMERA SECARA "HAND HELD"
Kamera video yang ringan direka untuk membuat rakaman video secara "HAND HELD' iaitu tanpa menggunakan TRIPOD. Rakaman kamera secara 'hand holding' membolehkan kita merakam dengan bebas dan spontan. Hal ini amat penting kerana ada ketikanya sesuatu kejadian atau perkara yang hendak dirakam terjadi secara spontan dan sebagainya. Sebagai contoh temubual VVIP yang sedang menuju ke kenderaannya, ia penting bagi wartawan berita.Rakaman kamera secara ini(hand held) memerlukan latihan walaupun ada ketikanya terdapat rakaman subjek yang tidak tetap atau bergoyang. Perlu diingat mereka yang sudah lama atau mempunyai kepakaran dalam bidang ini juga tidak mampu memegang kamera video dengan mantap ketika membuat rakaman.Rakaman subjek statik atau tidak bergerak, dalam keadaan kamera yang dipegang dengan tidak stabil akan menghasilkan visual yang tidak stabil dan kelihatan amat buruk. Cara yang paling mudah untuk mengatasi masalah ini ialah dengan cara menggunakan 'WIDE ANGLE LENS' dan rakaman dibuat lebih hampir kepda subjek yang hendak dirakam serta jangan bergantung kepada ZOOM IN atau ZOOM OUT.Untuk menambahkan kestabilan kamera yang dipegang(hand held) ketika rakaman dibuat, berdirilah secara seimbang dengan kaki yang dijarakkan kedudukannya. Kamera video pula hendaklah dipegang dengan kedua-dua tangan secara kemas. Tekanlah kamera ke bahu atau muka dan rapatkan siku ke dada.Perlu diingat;Kamera yang lebih ringan memerlukan pegangan yang kemas dan tekanan yang kuat.Elakkan pakaian yang ketat yang akan menghadkan pergerakan.Cara memegang kamera dengan tangan yakni tanpa tripod;1. Berdiri: Membentuk seperti tripod manusia, seimbangkan berat secara sama rata dengan menjarakkan kedua kaki serta memegang kemas kamera video dengan kedua-dua tangan.2. Melutut: Cara ini sesuai dan ideal untuk merakam subjek yang rendah seperti orang yang sedang duduk di atas kerusi atau seorang anak kecil yang berdiri. Siku tangan kanan diletakkan di atas peha kanan yang sedang melutut. Sementara lutut kiri di atas tanah. Bagaimanapun pergerakan kamera dalam keadaan ini agak terbatas.3. Duduk: Duduk di atas sebuah kerusi. Belakang kerusi dijadikan penyokong dengan meletakkan kedua-dua siku di atasnya.4. Meniarap: Sambil meniarap, letakkan kedua-dua siku di atas lantai atau tanah. Kedudukan ini akan menghasilkan sudut yang dramatik subjek yang duduk dilantai seperti kucing dan sebagainya. Namun begitu pergerakan kamera agak terbatas.5. Bertopang: Kedua-dua siku diletakkan di atas meja ketika membuat rakaman, rakaman subjek akan kelihatan lebih baik. Selain dari itu kereta, dinding yang rendah dan sebagainya boleh dijadikan tempat untuk bertopang.6. Sokongan: Sandarkan badan ke dinding, ke tiang dan sebagainya yang akan menjadikan tempat menyokong tubuh ketika membuat rakaman. Ia akan menghasilkan rakaman yang lebih stabil lagi tanpa bergoyang, bergegar atau sebagainya.

Dikutip dari:http://studiouniversiti.blogspot.com